LAPORAN PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK I
DESTILASI
(Untuk Memenuhi Tugas Praktikum Mata Kuliah
Kimia Analitik Prodi
Farmasi Reguler)

Penyusun :
Fyna Nur Hasanah K.
D1A130639
Anggota
Team :
Alfian
Sugiharto : D1A130640
Annisa
Kasturi : D1A130658
PROGRAM KEAHLIAN FARMASI
PROGRAM SARJANA
UNIVERSITAS AL-GHIFARI
2014
ABSTRAK
Destilasi
merupakan suatu metode pemisahan campuran larutan dengan menggunakan fase uap
yang kemudian diembunkan menjadi suatu larutan murni. Tujuan praktikum
destilasi sederhana adalah untuk memperkenalkan alat dan tehnik destilasi
sederhana. Prinsip percobaan dari praktikum ini yaitu melakukan pemisahan dua
senyawa polar (etanol dan aquades) berdasarkan berbedaan titik didihnya.
Destilasi yang digunakan pada praktikum ini yaitu destilasi sederhana. Peralatan destilasi terdiri dari pemanas, labu alas
bulat, termometer, kondensor, selang keluar dan selang masuknya air, pipa
konektor dan erlenmeyer. Larutan
yang didestilasi yaitu metanol hasil mestirasi dengan volume 100 mL. Dari hasil
destilasi, rendemen murni metanol yaitu 12 %.
Kata kunci : Destilasi sederhana, Metanol,Perbedaan titik
didih
BAB
I
PENDAHULUAN
I. Latar Belakang
Destilasi atau
penyulingan adalah suatu metode
pemisahan bahan kimia berdasarkan perbedaan kecepatan atau kemudahan menguap
(volatilitas) bahan atau didefinisikan juga teknik pemisahan kimia yang
berdasarkan perbedaan titik didih. Dalam penyulingan, campuran zat dididihkan
sehingga menguap, dan uap ini kemudian didinginkan kembali ke dalam bentuk
cairan. Zat yang memiliki titik didih lebih rendah akan menguap lebih dulu.
Metode ini merupakan termasuk unit operasi kimia jenis perpindahan massa.
Penerapan proses ini didasarkan pada teori bahwa pada suatu larutan, masing –
masing komponen akan menguap pada titik didihnya.
Pemisahan secara distilasi pada prinsipnya adalah metode pemisahan yang didasarkan
karena adanya perbedaan titik didih antara komponen – komponen yang akan
dipisahkan. Secara teoritis pula, bila perbedaan titik didih antar komponen
makin besar maka pemisahan secara distilasi akan berlangsung makin baik yaitu
hasil yang di peroleh makin murni.
Destilasi terdiri atas destilasi sederhana,
destilasi bertingkat, detilasi uap dan lain sebagainya, destilasi yang sering
digunakan yaitu destilasi sederhana.
Pada destilasi sederhana, dasar pemisahannya adalah perbedaan titik
didih yang jauh atau dengan salah satu komponen bersifat volatil. Jika campuran dipanaskan maka komponen
yang titik didihnya lebih rendah akan menguap lebih dulu. Selain perbedaan
titik didih, juga perbedaan kevolatilan,
yaitu kecenderungan sebuah substansi untuk menjadi gas. Destilasi ini dilakukan
pada tekanan atmosfer.
Proses destilasi bertujuan untuk memisahkan etanol dari campuran etanol air.
Untuk larutan yang terdiri dari komponen-komponen yang berbeda nyata suhu
didihnya, distilasi merupakan cara yang paling mudah dioperasikan dan juga
merupakan cara pemisahan yang secara thermal adalah efisien.
Berdasarkan pernyataan-pernyataan diatas perlu
adanya percobaan mengenai destilasi, guna mengenai bagaimana proses destilasi
tersebut, serta mengenai dan memahami cara merangkai alat destilasi.
II. Tujuan Praktikum
Tujuan praktikum destilasi sederhana adalah untuk
memperkenalkan alat dan tehnik destilasi sederhana.
III. Prinsip Praktikum
Prinsip percobaan dari praktikum ini yaitu melakukan
pemurnian senyawa etanol.
BAB
II
TEORI
PENDUKUNG
Pemisahan secara
distilasi pada prinsipnya adalah metode
pemisahan yang didasarkan karena adanya perbedaan titik didih antara komponen–
komponen yang akan dipisahkan. Secara teoritis pula, bila perbedaan titik didih
antar komponen makin besar maka pemisahan secara distilasi akan berlangsung
makin baik yaitu hasil yang di peroleh makin murni. Distilasi digunakan untuk
menarik senyawa organic yang titik didihnya dibawah 250⁰C. Pendestilasian
senyawa dengan titik didih terlalu tinggi dikhawatirkan akan merusak senyawa
yang akan didistilasi diakibatkan terjadinya oksidasi dan dekomposisi
(perurayan). Pada distilasi senyawa yang akan diambil komponen yang diinginkan
didihkan dan uapnya dilewatkan melalui suatu pendingin sehingga mencair
kembali. Proses pendidihan erat hubungannya dengan kehadiran udara dipermukaan.
Bila suatu cairan dipanaskan, maka pendidihan akan terjadi pada suhu dimana
tekanan uap dari cairan yang akan didistilasi sama dengan tekanan uap
dipermukaan. Tekanan udara dipermukaan terjadi oleh adanya udara diatmosfir.
Bila pendidihan terjadi pada 760 mmHg maka pendidihan ini disebut pendidihan
normal dan titik didihnya disebut titik didih normal (Ibrahim, 2013).
Destilasi pertama kali ditemukan oleh kimiawan
Yunani sekitar abad pertama masehi yang akhirnya perkembangannya dipicu
terutama oleh tingginya permintaan akan spritus. Hypathia dari Alexandria
dipercaya telah menemukan rangkaian alat untuk distilasi dan Zosimus dari
Alexandrialah yang telah berhasil menggambarkan secara akurat tentang proses
distilasi pada sekitar abad ke4 Bentuk modern distilasi pertama kali ditemukan
oleh ahli - ahli kimia Islam pada masa Kekhalifahan
Abbasiah, terutama oleh AlRazi
pada pemisahan alkohol menjadi senyawa yang relatif murni melalui alat alembik,
bahkan desain ini menjadi semacam inspirasi yang memungkinkan rancangan
distilasi skala mikro, The Hickman Stillhead dapat terwujud. Tulisan oleh Jabir Ibnu Hayyan (721815) yang lebih
dikenal dengan Ibnu Jabir menyebutkan tentang uap anggur yang dapat terbakar,
ia juga telah menemukan banyak peralatan dan proses kimia yang bahkan masih banyak
dipakai sampai 5 saat kini. Destilasi atau
penyulingan adalah suatu metode
pemisahan bahan kimia berdasarkan perbedaan kecepatan atau kemudahan menguap
(volatilitas) bahan atau didefinisikan juga teknik pemisahan kimia yang
berdasarkan perbedaan titik didih. Dalam penyulingan, campuran zat dididihkan
sehingga menguap, dan uap ini kemudian didinginkan kembali ke dalam bentuk
cairan. Zat yang memiliki titik didih lebih rendah akan menguap lebih dulu.
Metode ini merupakan termasuk unit operasi kimia jenis perpindahan massa.
Penerapan proses ini didasarkan pada teori bahwa pada suatu larutan, masing –
masing komponen akan menguap pada titik didihnya. Model ideal distilasi didasarkan
pada Hukum Raoult dan Hukum Dalton (Sarifudin, 2010).
Pengaruh variabel suhu terhadap rendemen yang
dihasilkan yaitu bahwa suhu yang menghasilkan rendeman minyak paling banyak
adalah pada suhu 120 °C. Hal ini dikarenakan semakin tinggi suhu maka volume
minyak yang dihasilkan pada permulaan penyulingan juga semakin banyak dan hal
ini sesuai dengan literatur yang menyebutkan bahwa suhu yang tinggi dan
pergerakan air yang disebabkan oleh kenaikan suhu dalam ketel penyuling,
mempercepat proses difusi. Sehingga dalam keadaan seperti itu seluruh minyak
atsiri yang terdapat dalam jaringan tanaman akan terekstrak dalam jumlah yang
lebih besar lagi (Setya, 2012).
Destilasi sederhana atau destilasi biasa adalah
teknik pemisahan kimia untuk memisahkan dua atau lebih komponen yang memiliki
perbedaan titik didih yang jauh. Suatu campuran dapat dipisahkan dengan
destilasi biasa ini untuk memperoleh senyawa murni. Senyawa yang terdapat dalam
campuran akan menguap saat mencapai titik didih masing-masing (Walangare, 2013).
Alkohol mempunyai persamaan geometris dengan air,
sudut ikatan R-O-H
mendekati nilai tetrahedral dan atom oksigen terhibridisasi sp3.
Gugus -OH
merupakan gugus yang polar, dimana atom hidrogen berikatan dengan atom oksigen
yang elektronegatif. Alkohol dapat membentuk ikatan yang intramolekulersehingga
mempunyai titik didih lebih besar dari eter yang bersesuaian. Faktor lain yang
menentukan besar kecilnya titik didih suatu hidrokarbon adalah berat molekul
dan bentuk molekulnya (lurus atau bercabang). Dengan naiknya jumlah atom karbon
pada alcohol, maka naik pula titik didihnya sebaliknya titik didih akan menurun
dengan adanya rantai cabang. Alkohol mempunyai titik didih yang lebih tinggi
dibandingkan dengan senyawa lain yang memiliki berat molekul lebih besar dari pada
alkohol. Hal ini karena alkohol sama seperti air yang mempunyai ikatan
hydrogen. Meskipun aldehid dan eter mempunyai
oksigen, namun hirogennya hanya berikatan dengan atom karbon. Ini
mengakibatkan atom hydrogen relatif tidak bermuatan positif dan tidak dapat
mengikat oksigen (Riswayanto, 2009).
BAB
III
METODE
PRAKTIKUM
I.
Alat dan Bahan
Alat
yang digunakan dalam percobaan destilasi sederhana adalah sebagai berikut :
- Labu alas bulat bertangkai 1 buah
- Kondensor 1
buah
- Erlenmeyer 1
buah
- Termometer 1
buah
- Gelas piala 250 mL 1
buah
- Pemanas (elektromantel) 1
buah
- Botol semprot 1
buah
- Labu takar 100 mL 1
buah
Bahan
yang digunakan dalam percobaan destilasi sederhana adalah sebagai berikut :
- Ethanol
II. Prosedur Kerja
![]() |
BAB
IV
HASIL
PENGAMATAN
4.I Rangkaian Alat Destilasi :
Keterangan:
1.
Termometer
Termometer
2.
Labu Alas Bulat
3.
Pemanas (Elektromantel)
4.
Kondensor
5.
Celah air Keluar
6.
Celah Air Masuk
7.
Selang
8.
Erlenmeyer
9.
Steel Head
10.
Adaptor
11.
Konektor
4.II TABEL HASIL PERCOBAAN
|
Volume destilat
|
Suhu ( ̊ c )
|
|
1 ml
|
62 ̊
|
|
5 ml
|
63 ̊
|
|
10 ml
|
64 ̊
|
|
15 ml
|
66 ̊
|
|
20 ml
|
68 ̊
|
|
25 ml
|
75 ̊
|
|
30 ml
|
78 ̊
|
|
35 ml
|
81 ̊
|
|
40 ml
|
83 ̊
|
·
Grafik
destilasi

4.III Perhitungan
Larutan metanol yang digunakan adalah metanol hasil mertirasi
Volume metanol awal = ml
Volume metanol hasil destilasi = ml
Rendemen =

=
= 80 %
III. Pembahasan
Destilasi merupakan suatu metode
pemisahan campuran larutan dengan menggunakan fase uap yang kemudian diembunkan
menjadi suatu larutan murni. Destilasi dapat digunakan untuk memisahkan dua
buah campuran atau lebih terhadap larutan non volatil. Karena sifat larutan
yang selalu terdapat uap diatas cairan, sehingga berdasarkan hal tersebut maka
dengan proses pemisahan dapat dilakukan untuk memperoleh destilat dengan
melihat perbedaan titik didih dalam campuran, dimana larutan volatil cenderung
lebih cepat mendidih daripada larutan non volatil.
Salah satu cara untuk mengerjakan
destilasi yaitu dengan cara mengurangi tekanan pada temperatur yang tetap.
Tetapi yang lebih umum adalah mendestilasi pada tekanan tetap dengan menaikkan
temperatur. Jika dalam destilasi sederhana sederhana, uapnya diambil dan
dikondensasi, maka suatu metode destilasi terfraksi dilakukan dengan jalan
berulang-ulang secara berurutan.
Pada percobaan ini
larutan yang akan didestilasi yaitu Ethanol hasil mestirasi. Destilasi yang
digunakan yaitu destilasi sederhana. Destilasi sederhana merupakan salah satu
metode yang digunakan untuk pemurnian dan pemisahan suatu larutan yang
berdasarkan pada perbedaan titik didih yang relatif jauh. Pada Ethanol hasil
mestirasi ini mengandung air dan Ethanol itu sendiri. Air dan ethanol keduanya merupakan
senyawa polar. Hal ini dikarenakan keduanya memiliki titik didih yang tinggi,
titik didih air yaitu 100⁰C sedangakan titik didih ethanol
yaitu 64,5⁰C. Titik didih air lebih tinggi dibandingkan metanol
dikarenakan ikatan hidrogen air dapat membentuk lebih banyak
ikatan hidrogen dibandingkan dengan metanol. Molekul air dapat membentuk tiga
ikatan hidrogen dengan molekul air yang lain, di mana pada satu molekul air,
terdapat dua atom H yang dapat mengikat dua atom O dari molekul air yang lain
dan terdapat satu atom O yang dapat mengikat satu atom H dari molekul air yang
lain. Semakin kuatnya ikatan hidrogen yang terbentuk menyebabkan terjadinya
kenaikan titik didih. Ini disebabkan karena ikatan hidrogen yang sangat kuat
membutuhkan energi yang kuat pula untuk bisa memutuskan ikatan hidrogen,
sehingga untuk bisa membuat air mendidih dibutuhkan suhu yang lebih besar
dibandingkan suhu untuk mendidihkan metanol.
Pada percobaan yang
dilakukan, mendestilasi Ethanol hasil mestirasi, dengan volume 100 mL. Untuk
memperoleh Ethanol yang murni, titik
didih etanol lebih rendah dibandingkan titik didih air sehingga pada proses
pemanasan etanol akan lebih dulu menguap dibandingkan dengan air. Dimana pada
suhu 62⁰C tekanan uap etanol, menjadi sama besar dengan tekanan
sekelilingnya (1 atm) maka molekul - molekul di seluruh bagian cairan mulai
menguap. Hal tersebut
dikarenakan terjadinya peningkatan suhu dan penurunan uapnya keadaan ini
berlangsung pada seluruh bagian cairan. Sehingga pada suhu 62oC etanol
akan mendidih, kemudian uap etanol tersebut kemudian bergerak menuju tekanan
yang lebih rendah, pada bagian ujung adapter penampung distilat terdapat
lubang sebagai pengurang tekanan sehingga uap etanol akan mengarah ke arah
lubang tersebut menuju ke kondensor untuk kemudian ditampung dalam erlenmeyar.
Pada kondensor suhunya lebih dingin sehingga uap etanol dengan suhu tinggi
ketika melewati kondensor akan berubah wujud menjadi cair (fase gas ke cair).
Hal ini dikarenakan adanya suhu dan tekanan yang konstan yang diberikan oleh aliran air dari celah masuk dan celah keluar.
Skala pada termometer berhenti naik pada saat suhu
menunjukkan angka 62˚C. Namun kemudian suhu kembali naik. Ethanol
akan terus menguap sampai kadar metanol murni dalam metanol, tersebut habis dan
hanya bersisa air, suhu harus tetap dijaga konstan antara 62˚C dan 63˚C (mendekati titik didih
yakni 64,5˚C)
karena bila suhu dibiarkan terus naik hingga 100˚C maka air pun ikut menguap karena titik didih air
adalah 100˚C
sehingga akan menyebabkan hasil destilat yang diperoleh bukanlah etanol murni
lagi. Hasil akhir diperoleh yaitu etanol dengan rendemen 80 % sebanyak 40 ml.
BAB V
PENUTUP
I. Kesimpulan
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa
Peralatan destilasi terdiri dari pemanas, labu alas bulat, termometer,
kondensor, selang keluar dan selang masuknya air, pipa konektor dan erlenmeyer,
dan teknik destilasi sederhana yaitu
pemisahan dan pemurnian suatu campuran berdasarkan perbedaan titik
didihnya. Dan hasil percobaan didapatkan rendemen dari destilasi metanol yaitu
80 %.
II. Saran
Saran yang dapat ajukan
pada percobaan kali ini yaitu sebaiknya pada percobaan selanjutnya agar
percobaan dihentikan ketika uap hasil destilasi benar-benar habis agar hasil
yang diperoleh volumenya lebih banyak lagi.
DAFTAR
PUSTAKA
Ibrahim, Sanusi
H.M dan Sitorus, Marham. 2013. Teknik
Laboratorium Kimia Organik. Graha Ilmu : Yogyakarta.
Riswayanto, S, Drs.M.Si. 2009. Kimia Organik. Erlangga : Jakarta.
Sarifudin,
Asep. 2012. Alat Destilasi Sederhana
sebagai Wahana Pemanfaatan
Barang Bekas dan Media Edukasi bagi Siswa SMA untuk Berwirausaha di Bidang Pertanian. Mahasiswa Program Tingkat Persiapan Bersama.Vol
1. Hal 4 – 5 [diakses tanggal 30 Oktober 2013]
Setya, N.H.,
Budiarti, Aprilia., Mahfud. 2012. Proses Pengambilan Minyak Atsiri Dari Daun
Nilam Dengan Pemanfaatan Gelombang Mikro (Microwave). Jurnal Teknik
ITS. Vol 1. Hal 2 [diakses tanggal 30 Oktober 2013].
Walangare,
K.B.A., et all. 2013. Rancang Bangun Alat Konversi Air Laut Menjadi Air Minum
Dengan Proses Destilasi Sederhana Menggunakan Pemanas Elektrik. e-Jurnal Teknik Elektro dan Komputer.
Vol 1. Hal 1.
[diakses tanggal 30 Oktober 2013].
1.
Gambarkan rangkaian alat destilasi,
sebutkan bagian-bagiannya serta kegunaannya masing-masing
Jawab :
|
Rangkaian Alat Destilasi :
![]() |
Keterangan:
1. Termometer
2. Labu Alas Bulat
3. Pemanas (Elektromantel)
4. Kondensor
5. Celah Air Keluar
6. Celah Air Masuk
7. Selang
8. Erlenmeyer
9.
Steel Head
10. Adaptor
11. Konektor
|
Kegunaan alat-alat destilasi :
¶ Termometer
Termometer Biasanya digunakan untuk mengukur suhu uap zat cair yang
didestilasi selama proses destilasi berlangsung
¶ Labu
Alas Bulat
Labu alas bulat, berfungsi sebagai wadah atau tempat suatu campuran zat
cair yang akan di destilasi
¶ Pemanas
(Elektromantel)
Elektromantel Berfungsi
untuk memanaskan bahan di dalam labu destilasi.
¶ Kondensor
Kondensor
berfungsi untuk mengembunkan destilat dari fase gas ke cair.
¶ Celah Air Keluar
Celah keluar
berfungsi untuk aliran uap hasil reaksi.
¶ Celah Air Masuk
Celah masuk
berfungsi untuk aliran air keran.
¶ Selang
Selang
berfungsi sebagai penyalur aliran air
masuk dan air keluar.
¶
Erlenmeyer
Erlenmeyer berfungsi
sebagai wadah penampung destilat.
¶ Steel
Head
Steel head, berfungsi sebagai penyalur uap atau gas yang akan masuk ke
alat pendingin (kondensor)
¶ Adaptor
Adaptor (Recervoir Adaptor) berfungsi untuk menyalurkan hasil
destilasi yang sudah terkondisi untuk disalurkan ke penampung yang telah
tersedia.
¶ Konektor
Konektor berfungsi menghubungkan adaptor
dengan Erlenmeyer.
2.
Setelah suhu konstan, beberapa zat
kemudian temperatur akan kembali naik.
a.
Mengapa temperatur naik kembali ? Masih
adakah destilat yang keluar ?
b.
Mengapa destilat yang ditampung hanya
pada suhu konstan ?
Jawab :
a. Kenaikan
temperatur beberapa saat setelah suhu konstan menunjukkan bahwa destilat
(etanol) dengan suhu terendah dalam campuran telah terdestilasi sempurna. Uap
yang dihasilkan dari pemanasan pada suhu yang kembali naik ini bukan lagi
etanol murni melainkan uap air. Pada keadaan ini proses destilasi harus
dihentikan agar rendemen yang diperoleh adalah etanol murni.
b. Pada
proses pemisahan etanol dan air, yang dibutuhkan adalah destilat yang berupa
etanol. Etanol dapat mendidih pada suhu 78,1oC. Pada percobaan
terlihat keadaan dimana termometer menunjukkan Suhu konstan. Pada suhu konstan etanol dalam campuran telah menguap (pada titik
didihnya), suhu yang konstan ini menunjukkan bahwa etanol yang terdapat secara sempurna sehingga
diperoleh destilat berupa etanol murni. Jika suhunya sudah berubah (naik)
dimungkinkan hasil destilat yang keluar bukan lagi destilat etanol murni
melainkan telah bercampur dengan komponen zat lain yakni air (yang titik
didihnya lebih tinggi). Penguapan yang
terjadi setelah suhu konstan adalah penguapan air.
LAMPIRAN
GAMBAR
![]() |




Tidak ada komentar:
Posting Komentar